budidaya ikan

BUDIDAYA IKAN, SIAPA TAKUT?

 

Sobat Gembira, kegiatan apa yang kalian lakukan saat liburan kemarin? Mungkin ada yang bertamasya, berkunjung ke rumah kerabat dan keluarga, atau bersantai di rumah saja. Kali ini Gembira menyuguhkan inspirasi dalam mengisi liburan yaitu belajar beternak ikan. Ehm, kenapa beternak ikan ya? Tahukah kalian bahwa di Yogyakarta banyak terdapat lahan produktif yang bisa dijadikan tempat budidaya ikan air  tawar. Di lereng Gunung Merapi misalnya, disana terdapat banyak lahan dan tersedia aliran air bersih.

Turun menjauhi kawasan lereng Merapi, di daerah Kecamatan Ngemplak terdapat Balai Benih Ikan. BBI Ngemplak merupakan bagian dari jajaran Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Balai ini khusus membudidayakan benih ikan jenis patin dan bawal. BBI terletak di Dusun Pondok Dawung, Kelurahan Bimomartani, Kecamatan Ngemplak  Sleman Yogyakarta. Balai yang dipimpin oleh Ir. Hari Sukartono ini memiliki 14 buah kolam dan beberapa tempat pemijahan benih. Tempat ini juga dijadikan tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) oleh siswa SMP, SMA dan mahasiswa dari berbagai daerah diantaranya Temanggung dan Sukabumi. BBI Ngemplak memiliki 4 orang pelaksana yang bertugas memijahkan ikan dan mengolah kolam.

Kegiatan yang diselenggarakan di BBI ini meliputi seleksi induk untuk proses pemijahan, perawatan larva patin, penyebaran benih patin, penyuntikan ikan, dan striping (proses pengeluaran calon larva ikan) ikan patin jantan dan betina. Balai ini menyediakan benih bawal dan patin bagi konsumen. Proses persiapan dari telur hingga menjadi benih siap tanam untuk bawal yaitu 8 sampai 10 hari. Sedangkan untuk patin mencapai 3 minggu lamanya. Harga 1 buah bibit bawal siap tanam ukuran 1 inch Rp 35 sedangkan harga bibit patin ukuran 1 inch mencapai 80-90 rupiah. Menurut Bapak Parjiyono selaku pelaksana dari BBI ini, konsumen dapat membeli benih ikan sesuai kebutuhan mereka. Jadi, tidak ada batasan tertentu dalam pembelian benih ikan. Konsumen benih bawal di BBI Ngemplak banyak dari dalam kota Yogya dan dari luar kota seperti Kudus, Sukoharjo, dan Klaten. Sedangkan untuk konsumen patin paling banyak berasal dari Bantul

Beliau juga menjelaskan bagaimana cara membudidayakan ikan di pekarangan rumah atau sekolah. Kita dapat menggunakan terpal sebagai alas dasar kolam. Untuk ukurannya dapat disesuaikan dengan luas pekarangan. Setelah kolam siap, sebelum diberi air kolam dikapur dan dipupuk terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar kolam terbebas dari parasit yang dapat mengganggu ekosistem ikan yang dipelihara. Pupuk diberikan sebagai bahan makanan untuk benih ikan yang masih kecil. Pupuk yang diberikan sebaiknya adalah pupuk kandang. Menurut Bapak Parjiyono pupuk kandang dari puyuh lah yang paling bagus kualitasnya untuk benih ikan. Kemudian kolam diberi air dan didiamkan selama 5-7 hari. Setelah 7 hari barulah benih ikan dimasukkan dalam kolam. Pastikan kita menggunakan air yang bagus dan tidak tercemar limbah, karena limbah dapat membuat ikan menjadi cepat mati.

Jenis ikan yang akan dibudidayakan dalam kolam sangat bergantung pada ketersediaan sumber air. Untuk jenis ikan nila, bawal, atau patin kita harus menyediakan air yang mengalir sehingga sirkulasi air dan kebersihannya tetap terjaga. Sedangkan untuk ikan lele, kita tidak perlu mencari air yang mengalir karena lele dapat hidup di air yang tenang dan keruh.

Nah lengkap kan informasi tentang budidaya ikan air tawar. Apakah sobat Gembira tertarik? Apabila kalian memerlukan informasi yang lebih lengkap mengenai budidaya ikan, kalian bisa mendatangi UPTD Sempu yang terletak di Sempu, Pakembinangun, Pakem, Sleman Yogyakarta.

(mes)

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s