RAMAYANA

DEWI SHINTA RAMAYANA

 

Pernahkah kalian melihat pementasan Ramayana Ballet di Candi Prambanan? Pementasan yang menceritakan tentang Rama dan Shinta. Nah, kali ini kita akan mengulas tentang tokoh cantik pemeran Dewi Shinta dalam pementasan Ramayana. Siapakah dia? Namanya Karlinda Cahyaning Tyas. Ia adalah pemeran utama dalam pementasan Ramayana, ia berperan sebagai Dewi Shinta.

Perempuan kelahiran Sleman, 27 Agustus 1992 ini memang hobi menari. Ia memulai karir tarinya di Ramayana Ballet sejak kelas 4 SD. Untuk menyalurkan hobi positifnya itu Karlinda mengikuti beberapa Organisasi atau Sanggar Tari diantaranya: Sanggar Sekar Puri, Bayu Bajra, Sanggar Ayodya, dan Yayasan Roro Jonggrang. Wah banyak ya, pantas saja ia sangat luwes dan anggun menjadi penari. Dengan dukungan yang maksimal dari kedua orang tuanya dan potensi tari yang besar dalam dirinya, Karlinda telah meraih banyak kejuaraan tari tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Nasional diantaranya juara I Lomba Tari Klasik tingkat Kabupaten Sleman, Juara Harapan I Lomba Tari Klasik tingkat Provinsi, hingga menjadi Duta Seni se-Jawa dan Bali. Selain prestasi di bidang seni tari, ia juga kerap menjuarai kompetisi akademik diantaranya juara I KIR tingkat Kabupaten Sleman, juara II Dimas Diajeng Kab. Sleman, serta juara I Elite Modelling tingkat Nasional.

Sebagai pemeran Dewi Shinta dalam pertunjukkan Ramayana tentu saja Karlinda mengalami banyak suka dan duka, ia dapat menyalurkan hobi dan potensinya melalui kegiatan yang positif.  Sendratari Ramayana yang saat ini ditekuninya ditampilkan di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu dari bulan Mei hingga Oktober. Pertunjukkannya dimulai pukul 19.30 – 21.30 WIB. Kita dapat menyaksikan pertunjukkan Sendratari Ramayana di Gedung Trimurti Prambanan. Tidak hanya wisatawan domestik  yang menyaksikan pertunjukkan ini, tetapi wisatawan mancanegara juga banyak yang menyukai kesenian tradisional ini.

Sendratari Ramayana mengisahkan tentang peperangan dua kerajaan karena memperebutkan seorang wanita yaitu Dewi Shinta. Pada suatu hari Rahwana dari kerajaan Alengka menculik istri Rama, pangeran dari kerajaan Ayodya.namun di tengah perjalanan penculikan Jatayu mencoba menolong Dewi Shinta tetapi justru terbunuh oleh Rahwana. Dibawalah Dewi Shinta ke kerajaan Alengka untuk dijadikan istri Rahwana. Rama yang berduka atas hilangnya istri yang sangat dicintainya kemudian mengutus seekor kera putih bernama Hanoman untuk membawa kembali Dewi Shinta ke Kerajaan Ayodya.

Hanoman membuat kekacauan di kerajaan Alengka, oleh karena itu ia dibakar oleh Rahwana, dan terjadilah peristiwa “Anoman Obong”, namun Hanoman kebal terhadap api, hingga ia terselamatkan dari peristiwa tersebut. Hanoman berhasil membawa Dewi Shinta kembali ke Kerajaan Ayodya, tetapi Rama tidak mau menerima karena mengira Dewi Shinta sudah tidak suci lagi. Dewi Shinta kemudian membuktikan kepada Rama bahwa ia masih suci dengan membakar dirinya sendiri. Apabila ia mati karena terbakar api, maka berarti ia sudah tidak suci lagi. Dewi Shinta tidak mati pada proses pembuktian bakar diri tersebut, itu menandakan bahwa ia masih suci dan Rama menerima Shinta kembali sebagai istrinya.

Tokoh-tokoh utama dalam pertunjukkan Sendratari Ramayana selain Rama dan Shinta diantaranya ada Trijata, Indrajit, Wibisana, Kumbakarna dan Lesmana. Sebelum pentas biasanya para pemain Ramayana melakukan latihan 1 minggu 2 kali di hari Rabu dan Jumat untuk memaksimalkan penampilan mereka. Pemain dalam Sendratari Ramayana digilir sesuai jadwal yang telah disepakati, sehingga setiap pertunjukkan Sendratari Ramayana pemainnya berganti-ganti. Ada organisasi resmi dari Sendratari Ramayana yang menaungi para penarinya  yaitu Yayasan Roro Jonggrang.

Karlinda sebagai pemeran utama dalam pertunjukkan tradisional Ramayana merasakan banyak sekali keuntungan yang ia dapatkan selama menjadi penari. Saat ini ia adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta semester 2 yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Selain mendapatkan penghargaan dari Pemerintah, ia juga banyak dikenal orang dan yang paling penting dapat menyalurkan potensi sekaligus melestarikan  kesenian tradisional Indonesia.

Nah sobat-sobat Gembira, kembangkanlah bakat yang kalian miliki dengan kegiatan yang positif seperti Kak Karlinda ini ya? Supaya kalian bisa menjadi generasi penerus yang bisa melestarikan budaya Indonesia.

(mes)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s