Tugas 2 ANSI 2

  1.   Analisis dan desain berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata.

Keuntungan :

  1. System Stability
  2. Maintainability
  3. Reusable software components
  4. Reality-based system
  5. Data accessibility
  6. User involvement and ownership

2.  Objek adalah segala sesuatu yang ada di dunia nyata yang mempunyai nilai tertentu.

Contoh : mobil, manusia, alarm, tabel, database, event, system messages.

3.  Atribut menggambarkan data yang dapat memberikan informasi mengenai kelas atau objek dimana atribut tersebut berada.

Contoh : Dokumen mempunyai atribut nomor, judul, sumber, tanggal.

4.  Metode adalah subprogram yang tergabung dalam objek bersama-sama dengan atribut. Dipergunakan untuk pengaksesan terhadap data yang terdapat dalam objek tesebut.

Contoh : Metode dalam suatu dokumen adalah tampil teks, tampil peta, tampil foto.

5.  Encapsulation adalah dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses dimana data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.

Keuntungan :

  1. Data terlindung dari prosedur lain atau objek lain
  2. Fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya

6.  Polymorpism adalah konsep yang menyatakan bahwa suatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku yang berbeda.

Contoh : Ada objek 2 pasien. Pasien yang pertama datang untuk berobat, sedangkan pasien yang kedua datang untuk konsultasi.

7.  Class adalah sekumpulan objek yang terbagi dalam atribut, operasi, metode, hubungan, dan makna yang sama.

Subclass adalah sekumpulan turunan atribut, operasi, metode hubungan yang terbagi lagi dan memiliki hubungan dan makna yang sama

Superclass adalah pusat atau inti dari objek yang di jelaskan atau dijabarkan oleh objek tersebut dan memiliki turununan kelas dan subkelas.

8.  a.  Object-Oriented Modeling Language muncul pertengahan1970 an dan akhir dari 1980 an yang digunakan sebagai sebuah metodologi seiring dengan munculnya Object-Oriented Programming Language baru dan semakin pesatnya permintaan aplikasi sistem komputer yang kompleks sehingga dimulailah delevopmen alternatif lain untuk melakukan analisa dan desain. Dari tahun 1989 sampai dengan 1994, object-oriented method demikian banyaknya. Tapi tetap saja metoda-metoda tesebut belum mampu menghandle kebutuhan penggunananya.

Akhirnya ada 3 generasi baru yang paling berpengaruh yaitu Booch, Jacobson’s OOSE (Object-Oriented Software Engineering) dan RUmbaugh’s OMT (Object Modelling Technique). Method yang lain juga adalah Fusion, Shlaer-Mellor, and Coad-Yourdon. Setiap method ini mempunyai kelebihan dan kelemahannya.

Kalau dilihat secara cepat, Booch sangat membantu saat desain dan fase pembuatan proyek. OOSE memberikan support terbaik pada use case sebagai pemetaaan keperluan dan analisa.OMT sangat berguna ada analisis dan sistem informasi data-intensive. Kejadian paling penting terjadi pada saat Grady Booch (Rational Software Corporation), Ivar Jacobson (Objectory), dan James Rumbaugh (General Electric) mulai mengadopsi method masing-masing dan berkolaborasi membuat bahasa yang terpadu/unified.

Ada 3 target yang ingin mereka capai dengan unifikasi ini :

  1. Membuat sistem model, dari concept ke executable, menggunakan teknik Object Oriented
  2. Mengatasi masalah scale yang biasanya terjadi pada sesuatu yang kompleks
  3. Membuat modeling language yang berguna baik bagi manusia ataupun mesin.

UML resmi didevelop pada bulan Oktober 1994 ketika Rumbaugh bergabung dengan Booch. Draft dari Unified Method versi 0.8 di release Oktober 1995. Pada tahun yang sama skope UML ekspansi ke OOSE untuk release UML 0.9 pada bulan Juni 1996.

b.  OMG has been an international, open membership, not-for-profit computer industry consortium since 1989. Any organization may join OMG and participate in our standards-setting process. Our one-organization-one-vote policy ensures that every organization, large and small, has a effective voice in our process. Our membership includes hundreds of organizations, with half being software end-users in over two dozen vertical markets, and the other half representing virtually every large organization in the computer industry and many smaller ones. Most of the organizations that shape enterprise and Internet computing today are represented on our Board of Directors.

c.  StarUML adalah sebuah proyek open source untuk pengembangan secara cepat, fleksibel, extensible, featureful, dan bebas-tersedia UML / platform MDA berjalan pada platform Win32. Tujuan dari proyek StarUML adalah untuk membangun sebuah alat pemodelan perangkat lunak dan juga platform yang menarik adalah pengganti alat UML komersial seperti Rational Rose, Bersama dan sebagainya.

StarUML merupakan software permodelan yang mendukung UML (Unified Modelling Language). Berdasarkan pada UML version 1.4 dan dilengkapi 11 macam diagram yang berbeda, mendukung notasi UML 2.0 dan juga mendukung pendekatan MDA (Model Driven Architecture) dengan dukungan konsep UML. StarUML dapat mewmaksimalkan produktivitas dan kualitas dari suatu software project.

StarUML sebagian besar ditulis dalam Delphi. Namun, StarUML adalah proyek multi-bahasa dan tidak terikat dengan bahasa pemrograman tertentu, sehingga setiap bahasa pemrograman dapat digunakan untuk mengembangkan StarUML. (Misalnya, C / C + +, Java, Visual Basic, Delphi, JScript, VBScript, C #, VB.NET, dan lain-lain)

Perbedaan UML dengan DFD

DFD merupakan a graphical representation of the “flow” of data through an information system (sebuah representasi grafis dari “flow”/”aliran” data dalam sebuah sistem informasi).

Sedangkan, UML merupakan standardized general purpose modeling language in the field of software engineering ( bahasa permodelan terstandarisasi dalam hal software engineering) UML merupakan metode analisis yang lebih baru dari DFD dan menurut sebagian orang lebih efektif karena dia Object Oriented Analysis. UML yang di dapuk sebagai Object Oriented Analysis ini lebih menitik beratkan analysisnya di sisi pengguna atau actor/orang – orang di luar sistem yang terlibat dengan sistem.

 

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s